Jumat, 12 April 2013

UTS 2012/2013


1.    Uraikan secara singkat dan padat proses pembelajaran yang kelompok Anda rencanakan. Beri ulasan atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan paedaogi praktis abad 21. (skor 30)
Kelompok kami terdiri dari saya (Agiska), Chika dan Agita. Awalnya kami berencana untuk memberikan materi belajar membuat keterampilan dari kaleng bekas bagi adik-adik Panti Asuhan Simpang Tiga, Medan. Kami ingin mengajarkan mereka untuk membuat celengan dari kaleng susu bekas, dengan tujuan agar mereka lebih semangat untuk menabung uang saku mereka. Namun setelah berdiskusi dengan Bu Dina, kami akhirnya batal memberikan materi tersebut dikarenakan pertimbangan terkait dengan alat dan bahan yang dibutuhkan. Kami sadar bahwa bagaimana apabila selanjutnya mereka ingin membuat sendiri, maka mereka harus membeli bahan pelengkapnya berupa kain flannel dan cat cair. Maka, kami mengurungkan niat kami tersebut.
Selanjutnya, kelompok semakin bingung mengenai materi apa yang akan kami berikan. Sesuai dengan saran dari Bu Dina, kelompok pun melakukan observasi ke Panti Asuhan tersebut, melihat materi apa yang sebaiknya kami berikan, tentu saja sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, kami pun tidak menemukan adanya kekurangan-kekurangan signifikan pada mereka. Hal tersebut dikarenakan mereka semua diurus dengan baik dan benar oleh Abang dan Kakak pemilik panti. Semuanya tertata rapi, kebersihan juga selalu dijaga. Selain itu, mereka juga bersekolah dan mengikuti les mata pelajaran. Maka, kelompok pun semakin bingung dan benar-benar sulit menentukan materi apa yang sesuai. Akhirnya kelompok pun memutuskan untuk mengganti target pembelajaran, menjadi adik-adik kecil dengan rentang usia 4-7 tahun. Kami pun mulai mengumpulkan keponakan kami sendiri, yang hasilnya berjumlah 3 anak yakni Ibel, Egi dan Eyo. Walaupun kami sudah merasa lega karena target pembelajaran sudah terkumpul, tapi kami masih memikirkan materi apa yang cocok untuk diberikan. Alhasil, kami memutuskan untuk mengajari Ibel, Egi dan Eyo untuk membuat Rainbow Biscuit.
Rainbow Biscuit merupakan cemilah segar yang terbuat dari biscuit halus, susu coklat kental manis, dan sprinkle serta meses sebagai topping. Selain menyehatkan, cara pembuatan biscuit ini juga mudah dan praktis.

Apabila ditinjau dari segi Paedagogi Praktis Abad 21 (progressive pedagogy, maka perencanaan pembelajaran kelompok kami mengalami progress atau kemajuan yang berarti. Kelompok segera mencari alternative pilihan, yang awalnya ingin mengajari keterampilan dari kaleng bekas kepada adik-adik Panti Asuhan, observasi lanjutan ke Panti Asuhan,  menjadi mengajari keponakan-keponakan untuk membuat Rainbow Biscuit.

Adapun proses pelaksanaan pembelajaran yang sudah kami laksanakan adalah sebagai berikut :
Kegiatan
Pembelajaran
Perkenalan
Kelompok dan peserta pembelajaran memperkenalkan diri masing-masing yang disertai dengan gaya à hal ini berguna untuk dapat melatih rasa percaya diri adik-adik agar ia mampu dan tidak malu-malu untuk berkenalan dengan orang lain, serta menuntut mereka untuk dapat berkreativitas mengekspresikan gaya apa yang mereka inginkan sesuai dengan kemauan mereka sendiri.
Cuci tangan
Hal ini berguna untuk mengajarkan adik-adik mengenai pentingnya kebersihan diri yakni sebelum dan setelah melakukan kegiatan memasak atau makan.
Pemberian instruksi & perkenalan alat dan bahan
Hal ini mengajarkan adik-adik untuk dapat focus selama pemberian instruksi, dan pengajar juga memberikan pertanyaan berkaitan yang menuntut peran aktif adik-adik dalam kelompok.
Langkah 1. Proses penghancuran biskuit
Selama menghancurkan biskuit, adik-adik diajarkan untuk sabar hingga biskuit benar-benar hancur dan juga mengajarkan mereka agar biskuit yang dihancurkan tidak berserakan dan keluar dari dalam plastik (kerapian dan kebersihan).
Langkah 2. Proses penyaringan biskuit
Setelah biskuit sudah dihancurkan sampai hampir menjadi remahan, maka biskuit harus disaring untuk mendapatkan bubuk yang halus. Sisa biskuit yang masih kasar harus disaring kembali hingga menjadi bubuk juga. Hal ini mengajarkan adik-adik untuk bekerja dengan sepenuh hati, maksimal dan tidak membuang bahan yang tersisa.
Langkah 3. Penggunaan sarung tangan plastik
Sebelum berlanjut ke proses pencampuran/pengadonan biskuit, adik-adik harus mengenakan sarung tangan plastic terlebih dahulu demi tetap menjaga kebersihan makanan.
Langkah 4. Pengadonan biskuit
Setelah disaring, bubuk biskuit dicampurkan dengan susu kental manis cokelat hingga merata. Proses ini menuntut adik-adik untuk teliti saat mencampurkan bahan, dan tidak terburu-buru menuang susu yang ada. Mereka juga harus teliti melihat apakah susu dan bubuk biskuit sudah benar-benar tercampur rata dan siap dibentuk.
Langkah 5. Pembentukan adonan
Setelah benar-benar tercampur rata, adonan pun harus  dibentuk-bentuk bulat. Hal ini disertai dengan gerakan memutar yang dapat melatih motorik adik-adik, yakni apakah mereka mampu membentuk adonan menjadi benar-benar berbentuk bulat.
Langkah 6. Pemberian topping
Adonan sudah dibentuk bulat kemudian diberikan topping meses atau sparkling, yang bertujuan melihat seni kreativitas adik-adik apakah keseluruhan bagian adonan sudah benar-benar tertutup topping.
Langkah 7. Penyusunan adonan ke cup kertas
Setelah selesai diberi topping, adonan disusun ke cup kertas yang sudah disediakan. Hal ini menuntut keteraturan dan daya hitung adik-adik dalam menyusun adonan sesuai jumlah cup kertas yang tersedia.
Langkah 8. Memasukkan Rainbow Biscuit ke dalam kulkas
Melatih kesabaran adik-adik dalam menunggu biskuit hingga dingin dan siap dimakan.
Penutup
Kami berfoto bersama Ibel, Egi dan Eyo kemudian berpamitan.

* Perlu diketahui bahwa selama pembelajaran berlangsung, terjadi proses sosialisasi antara Ibel, Egi dan Eyo.

2.    Uraikan secara singkat dan padat tentang hasil observasi dari proses pembelajaran kelompok Anda. Beri evaluasi atas uraian tersebut berdasarkan tinjauan paedagogi, tik, dan fenomena kontemporer. (skor 50)
Berikut merupakan hasil observasi tiap anak, yaitu :
TAHAP
                             NAMA PESERTA
IBEL
EGI
EYO
Perkenalan
Menyebutkan nama dengan suara pelan dan duduk tenang.
Menyebutkan nama dengan suara pelan sambil menunduk, sesekali melihat ke arah pengajar.
Menyebutkan nama dengan suara keras, tersenyum, sambil menggoyang-goyangkan kaki.
Mencuci tangan
Mengantri di belakang Egi, mencuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya.
Mengantri di belakang Eyo, mencuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya.
Berjalan cepat menuju wastafel, mencuci tangan dengan sabun,  dan mengeringkan tangan.
Pemberian instruksi & perkenalan alat dan bahan
Mendengar instruksi, melihat ke arah pengajar, sesekali melihat ke Egi dan Eyo, memegang alat dan bahan yang sudah diberikan.
Mendengar instruksi, melihat ke arah pengajar, memegang alat dan bahan yang sudah diberikan sambil menggoyang-goyangkan kaki.
Mendengar instruksi, melihat kea rah pengajar, memegang alat dan bahan yang sudah diberikan.
Langkah 1. Proses penghancuran biskuit
Memukul-mukul biskuit hingga hancur, menimbulkan suara yang keras dan sesekali bertanya kepada pengajar ‘ini udah kak?’
Memukul-mukul biskuit hingga hancur, sesekali melihat hasil kerja Ibel dan Eyo.
Memukul-mukul biskuit hingga hancur, menimbulkan suara yang keras, biskuit keluar dari plastik.
Langkah 2. Proses penyaringan biskuit
Menyaring biskuit, beberapa kali bertanya ‘ini gimana kak?’, sesekali berhenti sejenak.
Menyaring biskuit, sesekali bertanya ‘kak, aku udah kak?’.
Menyaring biskuit, sesekali bertanya ‘kak, udah kak?’ sambil tersenyum dan menunjuk ke arah biskuit yang sedang disaring.
Langkah 3. Penggunaan sarung tangan plastik
Mengenakan sarung tangan plastic sambil mengatakan ‘kak, ini gimana kak?’
Mengenakan sarung tangan plastik, meminta bantuan ‘kak, ini kok gak bisa kak?’
Mengenakan sarung tangan plastic dan berkata ‘aku udah bisa kak’.
Langkah 4. Pengadonan biskuit
Mencoba mengikuti instruksi yang diberikan, dan mempraktekkannya namun sesekali mengatakan ‘kak, udah siap punya Ibel, kak?’
Mengikuti instruksi dan mempraktekkannya, dan mengatakan ‘kak, ini udah kak?’
Mengikuti instruksi tanpa bertanya.
Langkah 5. Pembentukan adonan
Mengikuti instruksi, bertanya ‘segini kak?’ dan ‘kayak gini kak?’, sesekali melihat ke  arah Egi dan Eyo.
Mengikuti instruksi, membentuk adonan menjadi bulat, sesekali melihat kea rah Ibel.
Mengikuti instruksi, membentuk adonan menjadi bulat, sesekali melihat kea rah Ibel dan Egi.
Langkah 6. Pemberian topping
Mengikuti instruksi, mencampur  kedua jenis topping yang ada, sesekali mengatakan ‘ini punya Ibel, kak’.
Mengikuti instruksi, melihat ke arah adonannya yang sedang diberi topping.
Mengikuti instruksi, melihat ke arah adonannya yang sedang diberi topping.
Langkah 7. Penyusunan adonan ke cup kertas
Menyusun ke cup kertas yang tersedia.
Menyusun ke cup kertas yang tersedia.
Menyusun ke cup kertas yang tersedia.
Langkah 8. Memasukkan Rainbow Biscuit ke dalam kulkas
Memasukkan biskuit ke dalam kulkas, duduk menunggu hingga dingin, sesekali membuka kulkas.
Memasukkan biskuit ke dalam kulkas, duduk menunggu hingga dingin, sesekali membuka kulkas.
Memasukkan biskuit ke dalam kulkas, duduk menunggu hingga dingin, sesekali membuka kulkas.
Memakan Rainbow Biscuit bersama-sama.
Memakan biskuit, sambil tersenyum.
Memakan biskuit sambil mencemberutkan wajah, meminta tambahan biskuit.
Memakan biskuit, sambil tersenyum dan menggoyang-goyangkan kaki.

Apabila hasil observasi diatas dievaluasi berdasarkan Tinjauan Paedagogi, TIK, dan Fenomena Kontemporer dengan sub topik Pedagogi Efektif yakni :
a)    Menciptakan lingkungan yang menunjang pembelajaran
b)    Mendorong pemikiran reflektif dan tindakan
c)    Meningkatkan relevansi pembelajaran baru
d)    Memfasilitasi pembelajaran bersama
e)    Membuat sambungan ke pembelajaran dan pengalaman sebelumnya
f)    Cukup memberikan kesempatan untuk belajar
g)    Menyelidiki hubungan belajar-mengajar
Namun, hasil observasi kelompok kami hanya dapat dievaluasi berdasarkan beberapa poin Pedagogi Efektif yaitu :
a)    Menciptakan lingkungan yang menunjang pembelajaran à kelompok melakukan pembelajaran di ruangan yang bersih dan aman, dan kelompok juga menciptakan suasana pembelajaran yang menarik disertai dengan komunikasi aktif dua arah.
b)    Memfasilitasi pembelajaran bersama à kelompok memfasilitasi pembuatan Rainbow Biscuit dengan alat dan bahan yang lengkap dan bersih.
c)    Cukup memberikan kesempatan belajar à kelompok memberikan kesempatan bagi peserta ajar untuk mengikuti instruksi yang telah diberikan, disertai dengan arahan.

3.    Tuliskan pandangan Anda tentang pembelajaran pada perkuliahan Paedagogi di Fakultas Psikologi USU semester genap T.A. 2012/2013 berdasarkan tinjauan Paedagogi Teoritis dan Prinsip-prinsip Paedagogis. (skor 20)
Pertama kali memasuki kelas Paedagogi, suasana yang awalnya pasif dan sama sekali tidak menarik berubah menjadi lebih bersemangat dengan adanya energizer ‘lempar  bola’ yang dilakukan. Kesan pertama tersebut membuat saya yakin bahwa proses berlangsungnya mata kuliah Paedagogi ini akan berbeda dari mata kuliah lainnya. Hal itu benar adanya! Bu Dina dan Bu Lita terus menerus memberikan stimulus kepada kami berupa pertanyaan-pertanyaan yang menuntut kami untuk berperan aktif di dalam kelas. Adanya kuliah online juga merupakan inovasi pengajaran berbasis teknologi yang menuntut kami untuk dapat aktif menggunakan aplikasi gtalk, yang dapat digunakan untuk berdiskusi dengan teman sekelompok, tak hanya secara tatap muka.Penggunaan aplikasi gtalk ini sesuai dengan penggunaan TIK dalam proses pembelajaran, yang dapat menciptakan peran aktif mahasiswa dan dosen dalam proses belajar mengajar. Hal ini juga sesuai dengan pengertian pedagogis menurut Danilov (1978) yakni proses interaksi terus-menerus dan saling berasimilasi antara pengetahuan ilmiah dan pengembangan siswa.


Tidak ada komentar: